PEREMPUAN DALAM TELEPON GENGGAM

Malam yang sunyi, derai angin perlahan-lahan masuk disela-sela jendela kamar lelaki itu. Lelaki itu duduk termenung entah memikirkan sesuatu, jelas bukan makhluk yang di sebut hawa.  Karena sejak kecil, dia Cuma menyanyangi ibu dan keluarganya.
Tiba-tiba lelaki itu berdiri dan mengambil telepon gengam yang tergeletak di meja, sambil merapikan rambut ikalnya. Lelaki itu tak seperti biasanya, menghibur diri setiap malam dengan membaca buku sambil mendengar lagu-lagu klasik. Malam ini dia hanya sibuk diam dan mengambil telepon gengam lalu menaruhnya kembali, sampai malam kiang larut.

Perempuan Dalam Telepon Genggam

Jarum jam weker itu telah menunjukkan pukul 11 malam, tetapi lelaki itu masih gelisah di atas kasur yang tak layak lagi ditiduri. Raut muka lelaki itu langsung berubah ketika telepon genggam itu berdering di tengahnya malam.  
Kring...kring..kringg.. (nomornya tdk tersave di telepon genggam itu)
Halooo...
Iya (suara perempuan)

Tut..tut..tut..
Dia kecewa, lalu kembali diam dan terus melirik telepon genggamnya. Kejadian ini persis dengan malam sebelumnya. Cuma suara (iya) yang terdengar  dari balik telepon genggam itu, dan suara yang persis perempuan. Dia  sangat tersiksa 2 malam terakhir, Setelah mendapatkan telepon misterius itu dengan suara perempuan. Dia mem flasback malamnya dengan malam kemarin, menghabiskan malam terduduk diam di tengah sepi.
Beberapa hari ini dia menghabiskan esok paginya dengan tidur yang pulas tanpa memperhatikan aktivitas di hari itu. Senja pun dengan bisunya tenggelam, dan malam pun tersenyum untuk lelaki itu. Duduk dan diam yang dia kerjakan setiap malamnya sambil menatap telepon genggam itu. Keberuntungan itu pun datang. Dering yang dia tunggu, datang lebih awal dari malam sebelumnya.
Kring..
Kringg..
Kring..
Lelaki itu menggambil telepon genggamnya dengan sedikit ragu. Perempuan dengan suara yang lembut yang sering menghantui malamnya telah datang lebih awal.
Haloo...  Ucap lelaki berambut ikal itu
Iya... (Suara perempuan yang agak sedikit lembut)
Lelaki itu kembali gemetar  bercampur riang dan berharap percakapan ini tidak terputus seperti malam-malam sebelumnya.
ini dengan siapa? Tanyanya lelaki itu sedikit ragu-ragu
Anis..
Tangan lelaki itu makin bergetar. Nama itu barusan sepertinya sering dia dengarnya. Lelaki itu berniat melanjutkan obrolan dengan perempuan misterius yang memiliki suara yang lembut, tiba-tiba...
Tutt..tuutt..tuutt..
Meluaplah emosinya, sambil melempar ponsel genggam itu kekasur nya. Lelaki itu kembali termenung dan mencoba memikirkan siapa perempuan yang setiap malamnya menelpon di telepon genggamnya itu, mungkin perempuan itu menyimpan hati dengan dia. Tapi lelaki itu tidak pernah mendekati atau memberikan nomor kepada seseorang perempuan. Dia mempunyai masa lalu yang kelam terhadap perempuan. Kejadian yang Misterius tapi kenangan yang dia alami semenjak dia duduk di bangku SMA. Semuanya menjadi berubah. Mulai  senyum yang manis, menjadi seseorang yang dingin terhadap perempuan. Dia juga semakin senang memakai baju hitam, karena dia menyakini bahwa yang berwarna hitam itu kelam. Akhir-akhir ini dia juga sering menghabiskan berdiam diri sambil menghisab rokok yang asapnya mengepul ke langit yang berwarna hitam. Dia ingin bebas seperti udara, kemanapun bisa di masukinya di tiap sela-sela. Tetapi sosok perempuan itu hadir kembali di hidupnya bahkan sampai ke dalam mimpi. Dimalam itu, dia kembali berusaha menyusun kepingan-kepingan  yang ada di memori otak nya yg sudah dia delete beberapa tahun yang lalu. Mengambil puzzle yang hilang lalu menyusunnya menjadi kenangan. Ketika dia mulai membangun rasa yang dia yakini cinta sewaktu duduk di bangku SMA , Lelaki itu pernah menjalin hubungan dengan sesorang perempuan yang dia kenal di telepon genggam namanya persis dengan sosok perempuan yang menggangu hidupnya beberapa hari ini. Sejak SMA dia mulai merantau ke kota yang bakal merubah hidupnya dari keturunan petani menjadi keturunan yang tidak dihina. Semenjak itu dia tidak mendapatkan perhatian setiap hari dari ibunya, kue dan segelas teh pun tidak dia dapatkan setiap hari di atas meja ruang tamunya.  Tiba-tiba sosok perempuan itu hadir seakan-akan menjelma ibunya dan menjelma seluruh kawan-kawannya setiap dia mengalami kesulitan, namun terkadang menjelma seperti ayah yang sering memarahinya ketika dia berbuat salah. Dan kadang seperti adiknya mengusili lelaki itu ketika dia terdiam dan kebingungan. 
Prestasi sering kali dia dapatkan di setiap perlombaan, karena di paksa ikut oleh sosok perempuan yang ada di telepon genggam itu , dia pernah memenangkan lomba cipta puisi di tingkat nasional. Itupun  berkat dorongan perempuan yang tidak dia tahu asal usulnya. Pernah lelaki itu memberanikan dirinya bertanya tentang asal usul perempuan itu dan berharap bisa ketemu dengannya, lelaki itu mendapat jawaban sempurna dari seorang perempuan yang diyakininya dewi fortuna.  Setelah itu dia mencari alamat dan tempat dia sekolah yang di beritatahukannya di dalam telepon genggam itu. Tapi hasilnya nihil alamat rumah itupun tidak ada, dan tidak ada yang mempunyai nama anis di sekolah itu. Setelah itu dia tidak mempertanyakan lagi soal diri perempuan itu, takut dia tersinggung dan tidak hadir lagi disela-sela malamnya. Lelaki itu masih berambut lurus dan memperhatikan cara berpakaian sehingga banyak mahkluk hawa yang lain kerap menghipnotisnya untuk menjadi kekasihnya. Tetapi dia yakin bahwa jodoh yang di kirim oleh tuhan itu adalah sosok perempuan yang selalu hadir di setiap malam. Malam itu sosok perempuan itu tidak hadir di telepon genggam nya, tetapi di saat pulang ke kontrakan lelaki itu, dia melihat perempuan yang lagi tersenyum dan diyakininya dialah sosok perempuan yang selalu hadir di telepon genggamnya. Dan malam itu lah terakhir dia berhubungan dengan perempuan itu. Setiap malamnya tidak ada lagi dering telepon yang memecahkan malam, tidak ada lagi senyum dan canda tawa di kamarnya, tiba-tiba menghilang dan sepi. Dan lelaki itu menyimpan kenangan terakhirnya di buku catatanya:

Senyum itu muncul disela malam
Menghipnotis hati yang sepi
Menggembira rasa yang lelah
Tetapi senyum itu tiba-tiba menghilang
Sembari mendengarkan mu tertawa

Di bangku SMA terakhir lelaki itu mendapat prestasi, lulus sebagai siswa nomor 1 disekolahnya dan akhirnya di terima di universitas ternama di kota itu. Setelah itu tidak ada lagi yang memotivasi hidupnya setiap hari, orang tuanya cuma sekali-kali berbicara dengannya. Sejak itu dia sering membaca buku dan meminum kopi, itupun kenangan yang dia bangun selama bersama anis sosok perempuan di telepon genggam yang dia kagumi. Ketika dia membaca apalagi karya sastra dia kembali mengingat memori yang tak berhasil untuk di lupakannya. Ketika kau membaca sastra kau akan mendapat pengalaman lebih dan dapat mendewasakan dirimu di hidup yang kejar-mengejar ini. ketika meminum kopi rasa ngantuk mu mengurang dan kita dapat bertemu kembali di tengah malam sambil tertawa dan menikmati udara ketika orang sedang menikmati mimpi, teringat percakapan lelaki itu dengan perempuan di telepon genggam yang di kenangnya selama dia bersama disela-sela malam.
***
Dia merasa kenangan yang sudah lama hilang dari separuh memori otaknya, kini datang kembali. Malam tiba-tiba tersenyum, dan sore pun telah berlalu. Lelaki itu tidak ingin terjebak lagi dengan sosok perempuan yang mirip namanya dengan perempuan yang dia kenalnya beberapa tahun  yang lalu. Dia takut kenangan itu muncul, lalu mudah saja memaafkan perempuan itu yang tiba-tiba hilang ketika lelaki itu sangat membutuhkannya. Sudah seminggu kejadian yang dialaminya, setiap malam dia mendapat panggilan yang tidak tercantum nomornya, Cuma peristiwa itu terus berulang, menyebutkan namanya lalu menghilang. Lelaki ini mulai terbawa pikirannya, apakah ini dimensi ruang yang terkunggung didalam dirinya, kehidupannya selama ini tidak pernah merasa seseorang memerhatikannya selain dari keluarganya. Sosok perempuan di telepon genggam itu lah yang memberikan spirit dalam hidupnya membangun ruang kebahagian dan menciptakan suasana semangat dalam hatinya. Apakah ketika dia hadir kembali, harus kah aku memaafkannya dan membiarkan dia masuk di kehidupan baru ku ini yang serba kelam. Tentu saja dia tidak bisa membiusku lagi dengan perhatian yang di berikannya di balik telepongenggam itu, seorang iblis takkan berubah menjadi malaikat, walaupun tuhan sekalipun yang mengubahnya. Aku terlanjur menyukai dunia ku ini, menjadi sosok lelaki diam yang kelam yang tidak suka dengan kehidupan malam. Malam lah aku bertemu dengannya di balik telepon genggam, bercanda gurau sambil tertawa di sunyinya malam, aku benci semua itu, malam juga lah terkahir bertemu dengannya. Muncul di sela malam lalu menghilang dan sampai sekarang tak tahu kabarnya. Dan malam pula di datng kembali dan menyodorkan namanya...Anis, dengan suaranya yang agak sedikit berubah.. Apakah aku harus memaafkannya.. saya rasa itu tidak mungkin. Kelam takkan berubah menjadi suci, hitam takkan berubah menjadi putih.

Kringg...
Kriinngg...
Kringg,...
***
Saat itu Lelaki berambut ikal itu terbangun dari mimpinya, panggilan masuk bernama Anis tercantum di telepon genggamnya.


20 komentar:

  1. kemana...kemana...kemana...
    ternyata dapet alamat palsu.
    hehe
    fiksi yaa a'?
    bagus fiksinya, kek kejadian dewasa ini, pacaran lewat media elektronik, meski begitu kalo untuk urusan memotivasi, aku setuju :D

    BalasHapus
  2. Hahaha.. Sudah serius ikuti, ternyata fiksi..
    Tapi, bagus kawan!

    BalasHapus
  3. NIce...^____^
    keren kak'

    Z follow dehh supaya bsa sering2 baca postingannya yg keren2 hihhii

    BalasHapus
  4. diawal gak kebanyakan kata "itu" kah emi ?
    #ah saya gak begitu paham dengan cerpen.

    Overall ! Love it !
    :)

    BalasHapus
  5. penasaran juga.. kenapa tiba2 ngilang bikin dunia jadi kelam... masih agak bingung.. cukup bikin penasaran hehe

    BalasHapus
  6. All: makasih sdh berkunjung, sering2 yach dtngx.. hehe

    BalasHapus
  7. wih bang! lo bisa nulis beginian bang? hebat hebat. heheheheheh

    BalasHapus
  8. tadinya ngilang muncul lagi ya, ijin follow yah...

    BalasHapus
  9. btw bang, si anis kok nelponnya putus putus gitu sih? emang dia pake kartu apa? coba aja dia pake 3, "sinyal putus kami ganti" hahahahahaha

    BalasHapus
  10. Ami : Hantu donk.. ehehehe.. silakan..
    Inggit : nga putus-putus, tapi tiba2 langsung habis pulsanya.. hahaha :D

    BalasHapus
  11. Wah ini non fiksi ya mas? :p
    Lelaki berambut ikal itu sampeyan kan? :p

    BalasHapus
  12. Una : saya belajar nulis fiksi.. fiksi belum tentu khayalan bisa saja pengalaman seseorang yang dikemas melalu imajinasi penulis. hehee
    suka aja dengan rambut kribo, kebetulan aja sy kribo juga.. hehehe

    BalasHapus
  13. cerpennya menarik...
    salam kenal

    BalasHapus
  14. fiksi yang keren,,,, :)

    salam kenal,,,,,

    BalasHapus
  15. hahay...kayakna ni, pngalaman pribadi yew mi...salam sama anis ya, bilang dari kknya emi...hihih

    BalasHapus
  16. Terinspirasi bikin cerita judulnya "Pria di Luar Telepon Genggam"

    BalasHapus
  17. atma & Jasmine : makasih mbak, salam kenal juga.

    K'Uti : bukan pengalaman pribadi kk, nanti saya salamkan.. heheh

    Tukang colong : hehehe, silakan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. koq sama punya asumsi pengalaman pribadi yak he he he...

      Tapi seru juga nih cerita,,cinta lewat udara

      Hapus
  18. Tawwa..
    Mantap kawan,,,,
    Lanjutkan.. !!! :)

    BalasHapus
  19. asli saya kira personil nidji :)

    oh ia sob salam kenal ya dari saya. izin follow.
    bilaberkenan mohon di followbalik ^^

    BalasHapus