SEMANGAT WRITING

Pengujung hari, tepatnya hari minggu. Dimana kebanyakan orang menghabiskan waktunya dengan istirahat dan berkumpul dengan keluarga atau setidaknya pergi rekreasi. Malah Sebaliknya saya mesti dipagi hari harus melawan rasa ngantuk, gara2 Cuma tidur 2 jam semalam. Saya sering terinspirasi dengan kata-kata yang saya buat sendiri Untuk menjadi orang yang sukses mulai lah dari hal yang terkecil yaitu bangun pagi, itulah yang selalu kutanamkan dalam benakku, tetapi selalu terlupakan juga. Hari ini kulanggar aturan lagi, dengan tidak bangun pagi. Kulirik tumpukan baju kotor yang memenuhi keranjang  disudut kamar, tapi kubiarkan saja. Hanya kususun rapi agar tidak berantakan. Setelah merapikan tempat tidur dan lanjut baring lagi, sambil memutar lagu gie yang ada di handpone ku ini.

"Merenung seperti Gunung, Bergerak seperti Ombak"
                                          
Tiba-tiba langsung terpikir untuk menuliskan catatan hidup didalam sebuah buku atau notebook, selama ini saya pernah mencoba mengikuti idenya Gie, menulis di sebuah catatan. kelak beberapa hari, bulan, atau beberapa tahun kemudian. ketika membuka lembaran catatan ku kelak  aku tahu kenangan2 yang tak
sempat tersimpan diingatanku. Dalam beberapa hari saya juga terinspirasi dari puisi chairil anwar “catetan thn 1946”  gara-gara dosen yang mengajar di sastra sering mengulang setiap mengajar. ini puisnya:

Ada tanganku, sekali akan jemu terkulai,
Mainan cahya di air hilang bentuk dalam kabut,
Dan suara yang kucintai ‘kan berhenti membelai.
Kupahat batu nisan sendiri dan kupagut.

Kita –anjing diburu- hanya melihat sebagian dari
sandiwara sekarang
Tidak tahu Romeo & Juliet berpeluk di kubur atau
di ranjang
Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu
Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat.

Dan kita nanti tiada sawan lagi diburu
Jika bedil sudah disimpan, cuma kenangan berdebu;
Kita memburu arti atau disertakan kepada anak
lahir sempat.
 
Karena itu jangan mengerdip, tatap dan penamu
asah,
Tulis karena kertas gersang, tenggorokan kering
sedikit mau basah!

Pertama mendengar puisi ini saya tidak terlalu memperhatikannya, saat ketika saya menyempatkan waktu untuk lebih menyimak dan memaknai puisi ini. Bahwa kita hidup di dunia. Bukan cuma hidup kemudian mati dan tidak berarti apa-apa. Puisi ini memotivasi saya untuk tidak sekedar hidup saja. Berjuang, setelah itu menjadi debu yang tidak ada artinya. Kita harus menulis setiap rentetan kejadian yang kita alami selama hidup, setidaknya menulis sejarah pada diri kita dan kenangan-kenangan kecil yang biasa terlupakan.

*Wahai, para generasi muda. Menulislah dan tulis di sebuah catatanmu, setidaknya kau menulis sejarah mu sendiri dan kenangan yang sempat terlupakan.   

12 komentar:

  1. plok plok...pagi2...berkicau rupanya yah...SMANGAT DEK^^

    BalasHapus
  2. asik sekali...
    iya !
    betul !
    menulis :)
    ahhh suka dengn kata2 terakhirnya :D

    BalasHapus
  3. kita -anjing diburu- hanya melihat sebagian dari sandiwara sekarang. Kisah Romeo&Juliet takkan diketahui tanpa sebuah tulisan yang mungkin saat itu hanya merupakan sebuah catatan usang. Tulisan ini kembali memberikan semangat dalam menulis.. Makasih Sharenya Sob.. :)

    BalasHapus
  4. Karena hidup mengharapkan kita tuk menulis..
    Postingan penyemangat lagi! :)

    BalasHapus
  5. tul, jgn sampai rejekinya dipatok ayam ya. hehhee

    BalasHapus
  6. ayo semangat untuk terus menulis,love,peace and gaul.

    BalasHapus
  7. setuju sama uchank, suka sama kalimat terakhir nya :)

    ayo semangat bangun pagi lagi :D

    BalasHapus
  8. K'Phuji, Uchank, Saryadi : Semangat Menulis.. :D

    Arya : kan kita orangx selalu semangat

    Sang Cerpenis & Dhanni : Soalnya susah bangun pagi, karena selalu begadang.. hhe*

    BalasHapus
  9. suka banget sama fotonya...keren :)

    saya juga suka sama lagu2 Ost. Gie, terutama yg Cahaya Bulan...

    keep writting ^^

    BalasHapus