What is the campus

Hari sabtu yang sangat menyenangkan, menghabisakn waktu dirumah dan mengistirahatkan otak dari pelajaran-pelajaran di kampus. Dalam seminggu, 5 hari untuk menghabiskan waktu untuk belajar dan bergaul dan selebihnya itu, beristirahat dan mengerjakan tugas. Begitulah pola hidup ketika kita sdh kuliah atau menjadi mahasiswa, dan itulah rutinitas yang berulang. Itupun bagi mahasiswa yang ingin bersungguh-sungguh untuk mencapai cita-cita yang diinginkannya. :D

Saat berdiam diri dan mendengarkan musik-musik dari nidji. Tiba-tiba pikiran itu muncul. Saat itu, sebelum menjadi mahasiswa. Saya sempat berkhayal tentang kehidupan mahasiswa, dmn intelektual berkumpul dan saling bertukar pikiran, dikusi dan menyuarakan suaranya lewat tulisan ataupun lisan. Parahnya lagi yang saya pikirkan soal fakultas sastra, Ketika masuk di fakultas itu. tulisan yang akan menyambut kita laksana pagar ayu yang terjejer berantakan, adapun kretivitas mahasiswa yang akan membuat pohon puisi, puisi yang tergantung di ranting dan spt saling membalas dengan menggantung puisi di dekat rantingnya itu
.
Pict : Pohon Puisi (internet)
sy pun pernah terpikir apakah di lorong-lorong atau koridor terlihat mahasiswa yang saling membalas pantun atau puisi. sekali-kali juga diadakan diskusi yang menjadi ajang silaturahmi para kaum intelektual yang di sebut mahasiswa. Saya juga sering membayangkan di setiap mading adanya tulisan apresiasi mahasiswa seperti dalam cerminan film gie yang sy tonton saat duduk di bangku SMA, bukan hanya tulisan-tulisan yang tercoret di dinding yang tak jelas arah dan tujuannya. Saya sadar bahwa khayalan ku ini terlalu berlebihan, tetapi saya mendambakan kampus yang sesuai imajinasi ku ini.

Semakin hari, semakin canggihnya teknologi, akhirnya apa yang saya khyalankan tentang fakultas yang sudah 3 tahun aku jalani ini makin susah terwujud sesuai dengan khayalanQ. Cuma hal-hal bergelimangan materi yang aku temukan di fakultas selama ini, deretan mobil yang berwarna dan berderet rapi yang menyambut kita saat masuk, itupun cuma sebagian mahasiswa yang sering mengadakan diskusi soal sastra. Kebanyakan menghabiskan di sela-sela waktu kuliahnya berderet sambil berdiam diri dikoridor sambil memangku aksesoris mahalnya yang di sebut laptop, tak ada pun perbincangan antara satu sama lain, cuma mementingkan individualis masing-masing dan memasuki dunianya sendiri. Teater pun bahkan tidak dianggap sebagai tontonan seni, melainkan tontonan orang yang memiliki materi yang cukup dan sebagai tontonan orang berkelas. semuanya ini semakin tidak jelas. Tujuan kita menjadi mahasiswa apakah agar menjadi seorang intelek atau ketika kita lulus dan mendapat gelar sarjana mengharapkan pekerjaan yang akan membuat kita kaya materi?? ini semuanya ada pada masing2 diri kita kawan
Bagi teman-teman yang belum menjadi mahasiswa, pikirkan lah sebelum memasukinya. apakah anda ingin menjadi intelektual atau seorang pengusaha. :D

Salam mahasiswa... hehehe  :)

7 komentar:

  1. sarankan ke fakultasnya dong Min....
    jangan cuma sekedar khayalan..usahakan untuk mewujudkan... Semangat..!!!

    BalasHapus
  2. Asik sekali tulisannnya kang emi :D

    faktanya dan akan selalu begitu bahwa intektual muda yang memasuki dunia perkuliahan akan dibawa oleh arus di tiap fakultasnya.
    mungkin gie benar ..
    "Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi."

    BalasHapus
  3. K'Lathifah: birokrasi di indonesia kita ini cuek, peduli ketika ada pemilihan, distulah dia tunjukkan muka2 yang munafik..

    susah untuk mewujudkannya kalau memang mahasiswax mental pengusaha kk..

    Uchank : betul uchank, adik kita yang setiap tahunx masuk cuma menjadi korban dan ditipu oleh toko2 yang disbut oleh Gie..

    BalasHapus
  4. hahahaha khayalannya hampir sama kayk aq dulu sebelum masuk dunia mahasiswa..
    aku pikir akan banyak orang hebat mampu bangkit berdiri d'depan menyemangati teman-temannya dan berdiskusi yang menyalak-nyalak.. nyatanya??
    dunia mahasiswa yang aku tahu hanya sekedar untuk fashion, pamer BB, dan hangout doank..
    cuma segelintir orang yang mau maju dan jujur dalam hidupnya..hehehe

    BalasHapus
  5. suka gie juga?
    ternyata film itu uda bikin pemikiran kita salah kaprah dengan realita yang ada sekarang.
    aku ngerasa, zamannya gie dulu beda banget sama zaman kita(jelaslah!)
    kalo dulu kuliah bener-bener kuliah, kalo sekarang pamer duit ortu yang banyak.
    hehe

    BalasHapus
  6. Minityc : kita sama donk, mengharpkan dunia kampuz yang seyogjanya, bukan sekedar ajang hura-hura, ngumpul2 dan pamer fashion.. hehe

    Dhanii.kecil: Iya, saya suka gie, krn orangx nga membedakan kalangan proletar maupun borjuis, semua samanya sama. betul sekali sekarang kalau pergi kuliah malah pamer materi.. hehe

    BalasHapus
  7. bener-benr sekali... sekarang mah.. pada pamer harta ortu, dari pakean, gadget, kendaraan, tas, baju, sepatu... apalagi kaum wanita. xixixi

    Hidup Mahasiswa Indonesia,

    salam bloofers :)

    BalasHapus