Lelaki Pemabuk


Gambar dari sini
Lelaki itu sedang bercakap dengan langit malam. Sesekali, lelaki itu mengepulkan asap rokoknya sehingga padat memenuhi isi kamar berukuran  3x4 meter itu, juga cahaya bulan menyelinap diam-diam masuk melalui cela dinding yang bocor sehingga tampak jelas pertunjukan cahaya warna-warni seperti  panggung konser termegah di dunia. Sudah lama lelaki itu tak menghabiskan waktunya berlama-lama di kamarnya, pergantian hari lelaki itu bercakap dengan langit malam.

Lelaki itu tinggal disalah satu perkampungan wilayah Makassar utara, namanya Buloa. Daerah yang konon katanya ketika malam hari mirip dengan daerah Brooklyn. Daerah texas yang disengani oleh orang untuk bertandang di malam hari, berkunjung dengan alasan yang tak jelas, atau sekedar mengantar pulang kekasihnya yang tinggal di sana dan membawa pulang secucur darah terkadang juga tidak pulang karena telah bunuh setelah masuk di perkampungan itu, entah apa alasannya. Buloa, daerah para pemabuk.

Lelaki itu menjadi seorang pemabuk semenjak perempuan disukainya dalam diam lebih memilih orang pemabuk ketimbang dirinya yang tak pernah meneguk setespun. Ia mengekalkan ingatannya tentang perempuan itu dengan beberapa foto yang ia bingkai indah dan kini tertata rapi secara bertumpuk dalam lemari bakal tak terjangkau oleh ingatannya sendiri.

Sekarang lelaki itu bahkan lupa cara menyukai juga mencintai seseorang. Lelaki itu benar-benar menjadi seorang pemabuk, menyepi, merawat luka, melawan rindu,  juga belajar kata cinta sering di teguknya saat bercakap dengan langit malam.

4 komentar:

  1. Tambain dong, masih penasaran sama lelaki pemabuk itu bang dan perempuan yang dia cintai, mungkin :D
    aaih, bahwa ketika cinta tidak diungkapkan itu, yaaah kita mungkin harus siap kehilangan sepertinya.

    BalasHapus
  2. akhirnya, tertuliskan!
    Selamat bulan Desember. Semangat hingga akhir emi :D

    BalasHapus
  3. Kalo baca ini saya jadi ingat dengan Cu Patkai....

    BalasHapus