SIGi : Tentang Project Berbagi 8, berbagi (Cerita) Celengan Akhir Tahun


"Sigi Makassar, Salam Sigi Ceria" sorakan keras teman-teman SIGi (Sahabat Indonesia Berbagi) dan anak-anak panti terdengar di ruang tengah Panti Asuhan Nur Fattawaasi

Hari itu, kali ketiga dari delapan project berbagi yang sudah dibuat oleh teman-teman SIGi aku ikuti, Project ini dilakukan setiap tiga bulan sekali untuk berbagi kisah, kasih maupun bantuan berupa material kepada teman-teman di panti asuhan dan teman-teman yang membutuhkan. Project kali ini berbagi keceriaan bersama dengan berbagi (cerita) celengan akhir tahun di panti asuhan Nur Fattawaasi.
Pagi tersenyum dengan sangat manisnya walapun kombinasi mendung dan awan cerah seakan berpadu sebagai komposisi menarik untuk dijadikan sebuah gambar. Teman-teman pun datang satu persatu dengan wajah ceria, wajah-wajah yang tak pernah lelah untuk berbagi.
Kami pun membentuk lingkaran besar di ruang tengah, sebagai pendatang panti itu kami memperkenalkan jati diri kita masing-masing, sedangkan anak-anak panti juga sebaliknya ditambah dengan cita-cita yang akan ia raih di masa depan, ada menyebut ingin menjadi tentara sambil memperlihatkan cukurnya yang sudah mirip militer dan ada juga yang berkata "aku ingin jadi dokter" ku perhatikan binar matanya, ada harapan - harapan yang terpancar ke langit semesta agar niatan tulusnya ini dipeluk oleh Maha Kuasa. 

Setelah memperkenalkan identiti kita masing-masing meskipun tak semua nama dihapal begitu cepatnya, karena aku selalu percaya ketika kita merindu, yang dirindukan balik merindukan kita. Rindu itu pemicu sebuah pertemuan, bukan?. Well, teman yang memandu lingkaran itu memberi arahan agar teman-teman masuk di ruangan, membagi beberapa kelompok dan memecah menjadi beberapa lingkaran kecil hal hasil ruang yang berukuran sekitar 4x8 meter menjadi sesak dengan kebahagiaan.

Celengan akhirnya dibagi kepada anak-anak panti secara merata walaupun ada juga teman-teman yang ikut mencoba untuk melatih bakatnya di tengah kepadatan rutinitas pekerjaannya. Celengan dibagi itu berwarna putih polos buat dilukis sesuai dengan kemauan si pemilik celengan, ada yang menkombinasi warna lembut, ada juga menggambar pemandangan. Salah satu teman yang membimbing anak yang berusia 4 tahun sangat sabar menunggu, sesekali senyum simpul keluar dari bibirnya yang memangku adik itu sambil melukis celengannya. Adik itu pun mencampur warna-warna akhirnya tak beraturan, tak beraturan yang menjadi absurditas, barangkali itu adalah ungkapan sebuah kebebasan.
Melukis bersama
Foto : Nunu
Celengan yang awalnya putih polos, sekarang terhiasi oleh warna-warni yang membentuk sebuah gagasan kebebasan setiap pemilik celengan. Laut, senja, rupa, suasana hati, pemandangan, simfoni warna-warni begitulah tergambar dari celengan yang akan menjadi harapan-harapan menuju masa depan yang ia akan raih, celengan ini adalah simbol sebuah ketekunan merawat mimpi, menabung setiap proses hari demi hari untuk sebuah tujuan, ketika ia terpengaruh atau sekedar melirik celengan itu ia akan memulai dari awal lagi, ketika mampu bertahan pasti akan menuju sebuah pencapaian yang maksimal.

Warna-warni seakan-akan menjadi teman akrab ditangan mereka sebelum menghapusnya untuk bersiap makan siang dan shalat dzuhur.

Sembari menunggu lukisan dicelengan itu mengering, acara selanjutnya sharing inspirasi dari kakak yang menjabat sebagai ketua jurusan teknik informatika di salah perguruan tinggi swasta terkenal di Makassar. Ia bercerita tentang kehidupannya, tentang bagaimana menjalani sebuah proses panjang akhirnya sampai menjadi sekaran ini, "sebuah doa dan kerja keras adalah sebuah proses yang harus kita sabar menunggu untuk memetik hasilnya" dan ia juga menekankan selalu sering meminta kepada sang Pemilik segalaNYA, memperbaiki niat dalam berbuat segala hal. Bukan hanya anak-anak panti yang hanyut dalam cerita-ceritanya, akupun tetiba saja pikiranku merefleksi atas kejadian yang berbuah penyesalan kuperbuat masa lalu dan tidak pernah bersabar atas proses yang ku perbuat dan masih tidak amanah menjalankan perintahNYA, ketika aku meminta banyak, apakah itu pantas? gumamku dalam hati.
Akhir ceritanya ia pun menuntun seluruh ruangan itu berdoa, agar rejeki dan segala yang kita impi-impikan dipermudah urusannya. Diselipkan juga doa agar jodohnya cepat datang. Kami pun serentak mengaminkan seluruh doa-doa secara keras agar semesta ikut memeluknya.

Penutupan acara kami menulis setiap mimpi-mimpi yang akan kita raih di Wall of Dream yang sudah disediakan. selain itu adapun keseruan main games tebak gambar lihat-lihat (lupa namanya, hehe) yang mengundang tawa keceriaan di ruangan itu.
Membagi beberapa sumbangan yang kita dapat dari donasi untuk pemilik panti, membagi hadiah-hadiah melukiss celengandan games untuk anak-anak panti dan tak kalah seru hari ini adalah berbagi keceriaan.

Tepat sore hari, salam-salam perpisahan pun dipenuhi rasa haru dan ruangan ini secara tidak langsung menjadi taman keceriaan bahwa ada senyuman dan ketegaran dipersiapkan untuk berlari mengejar mimpi-mimpi esok hari. Kami pun pulang masing-masing membawa semangat dan pembelajaran hari ini, buat esok hari.
Project Berbagi 8 di Nur Fattawaasi, 7 Desember 2014
Salam SIGi Ceria  :)
                                                 

7 komentar:

  1. Serunya berbagai kebahagiaan dengan anak-anak panti, semoga Allah membalas kebaikan kakak sekalian ya :D. Aamiin :)

    BalasHapus
  2. terima kasih sudah berkunjung. mari berbagi juga. karena berbagi tidak membuatmu rugi (slogan SIGi) :)

    BalasHapus
  3. Nanti kalau ada acaranya lg yang dekat2 tempatnya, kabarika dek nah... salam peduli :)

    BalasHapus
  4. acara yg tentunya bermanfaat. Semoga masih ada acara2 seperti ini lagi utk mereka ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak santi, semoga semakin banyak orang yang baik dan tergerak untuk berbagi.

      Hapus