Surat

Waktu berperan penting dalam dinamika hidup, membuat segalanya cepat berputar. Entah kau akan bergerak maju atau bisa saja diam di tempat, bergantung bagaimana kau menikmati prosesnya.

Tak tau sejak kapan terakhir menulis surat, juga menulis hal-hal lain dari tugas kuliah yang hanya untuk sekedar mendapatkan nilai-nilai bukan sebuah proses. Menulis catatan harian adalah upaya merekam jejak waktu, betapa kita bisa kembali ke masa lalu hanya dengan tulisan dan saya percaya bahwa daya ingatan setiap orang punya tingkatan yang berbeda.

Surat salah satunya, perekam jejak yang baik. Berapa tahun yang lalu, surat punya keistimewaan bagi orang yang lagi memadu kasih, tetapi ia terpisah oleh ruang dan kejauhan. Menunggu hingga berapa hari untuk membaca surat dan menyelami setiap kata di dalam surat itu.

Lain kesempatan, saat mendapatkan materi kepenulisan di Galeri Foto Jurnalistik, saat itu pemateri berbicara tentang pengalamannya memulai dirinya dalam dunia kepenulisan, awalnya ia sering menulis catatan harian, entah sudah berapa halaman kosong yang ia habiskan untuk merekam jejak ingatannya lalu ia tuangkan dalam selembar kosong, selain itu ada hal yang ia lakukan menurut saya sangat menarik. Ia menulis surat tidak kepada siapa pun, ia hanya menulis surat di emailnya lalu ia kirimkan email yang ia buat sebagai email penerima. Hal yang tak terjangkau oleh akan sehat, tetapi cara itu lumayan unik menurut saya dan cukup menarik.

Masuk tahun 2000-an surat menjadi hal yang begitu sulit di temukan, munculnya beragam teknologi membuat orang lupa pada artinya tulisan (kata), kata seakan tak mempunyai ruh lagi setiap pembacanya, menggetarkan jiwa bagi sang pembaca surat. Saya membayangkan saat teknologi belum bemunculan dan surat adalah hal paling romantis, selain bergandengan tangan di kala hujan. Surat adalah pengobat rindu bagi yang dipisahkan oleh jarak, entah keluarga maupun kekasih yang dalam perantauan dan surat mampu menggetarkan jiwa dan melepaskan kerinduan. Dulu, saat teknologi tak mengikis peradaban.

Sekarang, saat tekonologi menggerogoti seluruh peradaban, menjadikan jarak tak ada lagi artinya, saya berpikiran bisa kata rindu bisa saja dihilangkan dari kamus KBBI karena sudah tidak sesuai lagi maknanya, pula kata jarak tak berarti lagi.

Sekarang, Kata-kata berhamburan, komunikasi kata melayang-layang ke udara secepat kilat mengetahuinya, lalu ketika berkumpul masing masing dalam satu forum, kita hanya bisa menunduk sambil bercakap dunia maya lalu lupa berkomunikasi secara langsung.

Surat mengingatkan kita pada artinya jarak, rindu dan kehilangan.

Kamar Gelap, 1 Februari 2016


Foto : Klik disini

1 komentar:

  1. Lama tidak berkunjung ke kampungbeloa, wahh tampilannya sudah berubah. Saatnya tulisannya lebih update, kak ;)

    BalasHapus