Tentang Pilihan

"Hidup selalu tentang pilihan, punya dua sisi dan kita harus memilihnya"

Whattshap grup tidak berhenti menggetarkan ponsel genggam ku saat teman-teman relawan Sobat Lembaga Mitra Ibu dan Anak (LeMINA) merancang untuk melaksanakan kegiatan "Aku Sayang Badanku" (ASB) di Masamba Kabupaten Luwu Utara, kota yang nun jauh berkilo-kilo meter dari kota ku berada, Makassar. Untuk menempuhnya harus bermeditasi diatas bus selama 10 jam itupun jika sang pengemudi singgah untuk mengisi lambung tengahnya atau sekedar menahan kantuknya dengan secangkir kopi dan hasil akan bertambah lagi waktu meditasi dalam bus dengan kepala oleng dan perut sedikit mual.

Maraknya pemberitaan tentang kasus pelecehan seksual di Media Massa, menggorogoti dinding pikiranku mungkin juga orang lain, siswa sekolah dasar sudah bercinta, bergenggaman tangan di cafe dengan pakaian sekolah, kasus pemerkosaan ke siswa, itu mulai dari hal kecil karena tidak adanya pendidikan tentang pencegahan kekerasan seksual dan bagaimana cara mengatasinya.

Menurut Catatan Tahunan 2016 Komnas Perempuan, dari kasus kekerasan terhadap perempuan, kekerasan seksual berada di peringkat kedua, dengan jumlah kasus mencapai 2.399 kasus (72%), pencabulan mencapai 601 kasus (18%) dan sementara pelecehan seksual mencapai 166 kasus (5%).

Data ini menjadi tugas kita semua bagaimana untuk melawannya, dan ini yang dilakukan oleh Sobat LeMINA dengan kegiatan ASB yang digaungkan oleh relawan untuk melihat senyum anak Indonesia.

Oiya mari kita mengenal kegiatannya, ASB adalah kegiatan rutin dari LeMINA, sebuah usaha bagi relawan untuk melawan pencegahan seksual bagi anak, khususnya di sekolah dasar, mengapa di sekolah dasar? karena di sekolah dasar lah pendidikan pertama bagi anak selain di lingkungan rumah tentunya, mengajarkan sejak kecil bagaimana menyayangi tubuhnya, mengetahui fungsi organ tubuh masing-masing, bagaimana berperilaku dengan lawan jenis. Dengan mengenal tubuhnya bisa mencegah dari perbuatan orang jahat yang ingin melakukan tindakan kekerasan dan pelecehan seksual bagi dirinya.

Mengajak siswa bagaimana mengenal dirinya dan sekitarnya, ibarat tubuhnya seperti kerajaan harus menjaga dari serangan lawan agar tidak tembus di daerah-daerah vital kerajaan, ada yang tidak diperbolehkan ada juga bolehkan meski sampai kepada keluarga terdekat sekalipun.

Sebulan waktu di rencanakan sebelum kegiatan itu, mulai dari konsep penyampaian, bahan ajar, dan pelatihan dongeng pun di lakukan, tidak semua yang ikut, terutama Aku yang tidak bisa libur dan mengambil cuti di tempat kerja dan juga beberapa orang lain teman yang tidak bisa hadir.

Walaupun tidak hadir, senang melihat kegiatannya lancar dan melihat senyum ceria siswa di Masamba.

Dan ini tentang pilihan, mau bergerak atau berada di lingkungan aktivitas kerja tanpa membuat perubahan bagi anak bangsa.

Well, tunggu aku di ASB berikutnyaaa...


0 komentar:

Posting Komentar